Senin, 06 Desember 2010

KEINDAHAN LANGIT BARU DALAM RAHASIA ANGKA BARU DAN TAHUN BARU

Anandaku, lihatlah kelangit barat
Meski sapuan mendung meliputi semburat jingga disana
Cahayanya yang samar tidaklah membuat ragu hati kita
Sang alam dengan waktunya tetaplah konsisten

Anandaku, beberapa waktu lagi
Tahun yang lalu mungkin sudah tidak ada lagi
Bulan yang lalu mungkin sudah lenyap hakiki
Minggu yang lalu mungkin hilang pasti
Hari yang lalu mungkin sirna seiring bergulirnya bumi
Jam yang lalu mungkin terganti layaknya kedipan mata indahmu

Tetapi bagi kami yang menerima Nanda sebagai amanah mulia
Hari-hari dimana alam berbicara atas nama waktu inilah yang mengkhawatirkan kami
Karena Kami tidaklah tahu pasti
Mungkin banyak hal yang Nanda catat dalam balutan kisah bersama kami
Atau bahkan tak ada kisah yang tercatat oleh Nanda karena tak ada yang cukup istimewa

Dihari inilah kami berdua memandangi wajah nanda yang akan segera berganti
Dihari inilah kami berdua melihat tumbuhnya amanah yang menjadi titipan kepada kami
Dihari inilah kami berdua menikmati wajah teduh nanda dalam tidur nanda
Dihari inilah kami berdua bersimpuh dan menangis

Bukan menangisi apa yang sudah kami berikan bagi nanda
Bukan pula menangisi apa yang sudah kami perjuangkan bagi nanda
Apalagi menangisi tingkah dan perbuatan nanda
Karena pemberian, perjuangan dan tingkah laku nanda adalah kelengkapan bagi jiwa kami

Hanya saja nanda
Kami khawatir
Kami Risau
Kami Sedih
Kami Galau

Kami sudah berupaya sepenuh tenaga
Kami sudah berjuang sehabis pemikiran
Kami sudah bertegar dengan seluruh jiwa

Hanya satu yang kami tuju
Menjadikan nanda insan yang mulia dimataNYA
Menjadikan nanda insan yang memiliki derajat dihadiratNYA
Menjadikan nanda insane yang bisa bertanggung jawab pada titahNYA

Tuhan
Inlah upaya kami berdua
Inilah doa yang kami panjatkan berdua setiap harinya
Inilah wujud rasa jika kami belum sesempurna sebagaimana yang Engkau minta
Hanya saja Tuhan, berikan seluruh hal yang terbaik bagi putra –putri hamba

RUANG PERENUNGAN JIWA

- AYAH dan BUNDA -

29 Muharram 1431 H
Dalam rangka refleksi Tahun baru 1432 H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar