Selasa, 07 Juni 2011

Keajaiban air didalam tubuh anak-anak kita

Ayah-Bunda yang dahsyat……..

Tulisan ini adalah sebuah tulisan yang terinspirasi dari sebuah buku yang ditulis oleh seorang peneliti jepang yang bernama Dr. Masaru Emoto yang berjudul “Miracle Of Water” atau dalam versi bahasa indonesianya yang berjudul “The Hidden Message in Water -Pesan Rahasia Sang Air”.

Dalam penelitiannya selama kurun waktu 20 tahun, akhirnya Dr. Masaru Emoto menemukan sebuah pesan besar rahasia Tuhan melalui percobaan-percobaan sederhana yang dilakukannya terhadap air.

Ratusan bentuk kristal air tercipta dan ternyata spesifik bentuknya sesuai dengan pesan yang disampaikan kepadanya, hanya dengan melalui penyampaian kata-kata atau mendekatkan sebuah tulisan pada air tersebut. Sebagai contoh air akan membentuk sebuah Kristal indah dan sangat menawan saat diberi kata-kata atau tulisan yang berisi pesan positif atau doa misalkan: Cinta dan syukur , Terimakasih, Bijaksana, Kamu Manis dan beberapa pesan positif lainnya. Sedangkan sebaliknya bila Sang air diberi kata-kata atau tulisan yang bersifat negatif misalkan: Kamu Bodoh, Aku Muak dengan Kamu maka bentuk-bentuk Kristal yang awalnya indah dan menawan tersebut menjadi pecah,berantakan, tak beraturan dan hancur. Sebagai Ilustrasi silahkan lihat video di link berikut ini http://www.youtube.com/watch?v=tAvzsjcBtx8

Ayah-Bunda yang dahsyat…….

Saya yakin dan percaya bahwa kita semua telah tahu dan memahami bahwa sebenarnya 2/3 bagian bumi yang kita tinggali ini terdiri atas air, dan hanya 1/3 saja yang berisi daratan.

Lalu bagimana dengan tubuh anak-anak kita?

Tubuh bayi yang baru dilahirkan ternyata menurut penelitian 90 % berisi air, dan semakin dewasa akan mencapai keseimbangan di titik 70 % yang berisi komposisi air. Lalu apa hubungannya dengan penelitian Dr. Masaru Emoto dengan Anak-anak kita?

Betul sekali Ayah-Bunda yang Dahsyat….

Sifat air yang diteliti oleh Dr. Masaru Emoto tadi juga terdapat dalam komposisi tubuh anak-anak kita. Sehingga apapun yang kita katakan, kita sampaikan secara verbal dan non verbal akan bersifat sebagaimana air yang diteliti oleh Dr. Masaru Emoto tadi. Perhatikanlah anak-anak yang selama ini dibesarkan dengan pola kata dan pengasuhan negatif maka cenderung akan lebih arogan, keras perangainya dan lebih tidak stabil emosinya. Sedangkan anak-anak yang dibesarkan dengan kata-kata positif, memotivasi dan hangat cenderung stabil, ceria atau bahkan mengayomi.

Bahkan kejaiban air ini juga telah langsung dibuktikan oleh seorang rekan saya yang berprofesi dalam pelayanan penyembuhan, dimana ia sering memberikan air doa kepada anak-anak yang dibawa berobat kepadanya, dan sejauh ini 80 % hasilnya efektif.

Lalu bagaimana agar kita sebagai orang tua tidak terjebak pada emosional sesaat yang akan berdampak merusak Kristal-kristal indah dan menawan yang bahkan tidak dapat kita lihat, tetapi nyata ada dalam tubuh anak-anak kita? Seorang sahabat pernah berbagi pada saya bahwa orang tua hanya perlu menyadari emosinya dan melakukan pengendalian terhadap kata-kata yang diucapkannya. Salah satu tips yang paling manjur dan sederhana adalah setaip kali orang tua akan marah atau mengucapkan kata-kata negatif maka buru-burulah minum seteguk air, karena dengan demikian otak sadar dan otak bawah sadar kita akan tersinkronisasi kembali untuk dapat terkontrol

Jadi Ayah- Bunda yang Dahsyat…..

Mari kita bersama mencoba merenungi pesan yang Tuhan sampaikan lewat kejaiban air ini demi anak-anak kita dengan bersama berupaya mengendalikan kata dan sikap-sikap kita.

Salam Keberkahan
Ardi Bangunjiwo

Untuk Informasi dan kontak pelayanan sosial sharing materi parenting “Sayalah Orangtua Dahsyat” mohon hubungi email : wahyudi.ardian@gmail.com atau Hp: 0821 1148 7403

Kamis, 21 April 2011

बेर्बहगिया उन्तुक Ketidaksempurnaan

Ada yang tak sempurna dari pikiran ini, ada yang tak sempurna dari sikap ini. Bahkan lebih sangat mungkin banyak ketidaksempurnaan dalam tulisan-tulisan ini.



Bicara mengenai ketidaksempurnaan seperti halnya membicarakan sebuah ruangan yang berisi hal-hal yang tabu bagi egoisme sang diri. Bayangkan hanya dengan menambahkan kata TIDAK dibagian depan kata SEMPURNA sebuah ketidaksempurnaan begitu banyak yang tak menyukai. Jangankan suka apalagi nge’fans sebagaimaan gaya bahasa saat ini, sebatas mendengar kalimat itu saja sang diri serasa diancam dengan sebuah eksekusi mati.



Perlawanan yang sengit hingga perjuangan yang sulit sering kali tampil sebagai tanda bahwa si” egoisme” menunjukkan ketidaksetujuannya. Namun hasil dari perlawanan dan perjuangan itu lebih seringkali berwujud berupa sikap juga sifat yang akhirnya semakin menunjukkan betapa tak sempurnanya diri.



Sebuah kesempurnaan memang sangatlah indah disaat ia menari-nari bagai sebuah mimpi. Tetapi begitu mimpi itu berubah menjadi buruk sekali. Kita jauh lebih sering berfokus pada mimpi buruk itu sendiri. Sehingga dibagian akhir dari mimpi itu seringkali bukan kesempurnaan yang kita temui tetapi justru seolah mendorong sang diri bertemu dengan ketidaksempurnaan kembali.



Salah satu hal yang lebih luar biasa dari ketidaksempurnaan itu adalah meskipun ia terasa pahit, walaupun bebannya terasa sangat berat, andaipun tampilannya terlihat sangatlah buruk. Tetap banyak sekali orang yang terus merasa tergurui, ternasehati atau tercerahkan oleh ketidaksempurnaannya sendiri. Hebatnya lagi ketidaksempurnaan ini seolah menjadi sebuah bahan bakar bagi sebagian orang untuk memacu dirinya untuk mengalahkan egoisme dirinya sendiri sehingga bergerak lebih maju.



Betapa berkat ketidaksempurnaan yang sering dialami, betapa akibat ketidaksempurnaan yang sering terjadi, justru membuat penguatan-penguatan serta kesempurnaan itu terjadi bahkan dengan sendirinya. Inilah mengapa banyak orang yang bercerita mengenai pengalaman kejaban-keajaiban saat dirinya seolah tersudut dengan ketidaksempurnaannya.



Seolah ketidaksempurnaan itu adalah sebuah kunci dimana hanya bisa dibuka dan dilengkapi jika kita mau sedikit menahan egoisme diri mengenai sebuah kesempurnaan dan membiarkan Tuhan menyempurnakannya.



Jadi jika kita saat ini masih mengalami, merasakan, menjalani sebuah ketidaksempurnaan. Saran saya adalah segeralah berbahagia untuknya dan rayakanlah kehadirannya. Karena disanalah Tangan Tuhan akan segera Menyapa.



Jakarta 21-04-11

Ruang Perenungan

Ardi Bangunjiwo

Senin, 21 Februari 2011

KISAH KIPAS ANGIN

Sebuah kisah inspiratif bagi para orang tua yang mungkin berfikir komplek dan banyak khawatir mengenai masa depan jika anak-anak tidak pandai dan menguasai ilmu tertentu.
Dikisahkan disebuah perusahaan sabun ternama yang tengah berkembang pesat terdapat suatu masalah dengan banyak hadirnya keluhan dari para pelanggannya. Sabun-sabun yang dijual dan diedarkan dibeberapa toko ternama ternyata banyak yang kosong tak berisi alias hanya bungkusnya saja.
Akhirnya sang pemimpin perusahaan sabun tersebut memutar otak dan mencari berbagai cara untuk menekan angka keluhan ini. Sejumlah konsultan dan tenaga ahli tehnis dari berbagai disiplin ilmu didatangkan untuk membuat suatu metode dan alat baru . Invetasi jutaan dollar dan sebuah peralatan besar yang dilengkapi dengan sinar x dan sinar infra merah dipasang pada titik akhir dimana kotak-kotak sabun ini akan dimasukan dalam kardus untuk kemudian dijual.
Namun setelah 6 bulan alat yang direkomendasikan para konsultan ini digunakan untuk bekerja timbulah suatu permasalahan yang baru, dimana alat tersebut menghabiskan energi listrik serta menimbulkan biaya yang produksi yang amat tinggi.
Sang pimpinan perusahaan kembali berfikir bagaimana agar produk sabun di pabriknya bisa terjamin terjual dalam kondisi baik dan terisi, tetapi biaya untuk pengecekannya rendah. Dalam kebingungannya tersebut datanglah seorang anak murid STM yang kebetulan sedang mengadakan Kerja Praktek menawarkan bantuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan perusahaan tersebut.
Awalnya sang pimpinan perusahaan ini ragu, namun melihat kesungguhan niat si anak tersebut, maka sang pimpinan perusahaan memberikan kepercayaan kepada anak ini.
Akhirnya sesuatu yang menarikpun terjadi, pertama-tama kali anak ini meminta sang pimpinan perusahaan untuk melepas semua alat yang dilengkapi dengan sinar X dan sinar infra merah itu kemudian menggantinya dengan sebuah kipas angin. Sang anak juga meminta sang pimpinan perusahaan memasang sebuah alat berupa “sabuk” yang dapat berjalan sehingga anak tersebut dapat meletakkan kotak-kotak sabun yang akan dijual tersebut pada “sabuk” berjalan tersebut lalu menyalakan kipas anginnya. Hasilnya kardus-kardus sabun yang tidak berisi sabun akan terlempar jatuh. SEDERHANA dan MURAH itu yang menjadi komentar sang pimpinan perusahaan.
Mulai saat itulah sang anak diangkat menjadi seorang manager Quality Control diperusahaan tersebut meskipun anak tersebut bahkan belum lulus STM.
Ayah-Bunda mulia, yang dibutuhkan anak-anak kita sebenarnya bukanlah sebuah persamaan matematis yang rumit, bukan pula sebuah analogi yang komplek lengkap dengan fungsi logaritma dan pangkat yang banyak. Yang mereka butuhkan sebenarnya adalah kesederhanaan ide, sebuah ketertarikan dan rasa penasaran sehingga memicu kreatifitas untuk dapat langsung diterapkan dalam kehidupan mereka kelak.

Ruang Perenungan
Ardi Bangunjiwo
21 February 2011