"Lukislah masa depan anda dengan imajinasi, bukan dengan sejarah masa lalu." Steven R Covey
Kontraksi, itulah kata pertama yang tepat yang saya refleksikan dalam mengahiri tahun 2008.
Begitu ramah Tuhan menyapa saya pribadi dan keluarga saya. Disaat kondisi negara ini dalam keadaan dan berwarna abu-abu, Rangkaian-rangkaian berkah dan rejeki disepanjang tahun 2008 justru sangat dasyat saya rasakan. Bahkan menarik energi secara penuh untuk lebih mengaktifkan “otot” syukur lebih kuat.
Diawal permulaan tahun saja Tuhan sudah mengkontraksikan otot syukur saya dengan memperkenankan dan menitipkan amanah rejeki untuk berkarya di sebuah tempat yang memang sudah diharapkan, dimana harapan ini sudah terpendam dalam waktu yang panjang. Kontraksi-kontraksi yang lain tidak hanya berhenti disini, kelahiran putri kedua saya Althafunissa Aura Khansa bergabung bersama keluarga saya sebagai anggota baru, kesuksesan sang kakak Aufa Ihram dalam memasuki gerbang petamanya untuk mencari sumber ilmu juga merupakan pencapaian besar yang mewarnai mozaik 2008. Hadiah penutup dalam penghujung tahun yang lain yang tidak kalah besar adalah saat kedua orang tua saya dapat memenuhi panggilan ke Baitullah.
Sungguh kesadaran bahwa setiap tahun pasti memiliki awalan dan tahun-tahun tersebut tidak akan mampu kembali keawalnya lagi adalah sebuah keabsolutan yang dicipta Tuhan. Sehingga Air mata suka cita yang saat ini saya sampaikan sebagai rasa syukur hanya dapat menghantar awalan kelahiran tahun baru ini. Berharap tidak ada bibit-bibit kelemahan,keburukan dan ketidaklayakan lainnya yang sempat terbawa angin yang bernama kenangan yang akan membuat tahun-tahun baru ini menjadi tidak segar, bersih dan indah.
Ya Rab Hamba sadar sangat banyak nikmat yang telah engkau berikan kepada hamba bahkan nikmat yang tidak hamba minta engkau curahkan tanpa batas, sementara hamba hanya berika kealphaan dan dosa bahkan terkadang hamba menggunakan nikmat yang engkau berikan dalam jalan yang salah, sungguh ya Rab hamba malu dan ingin sekali bersembunyi, Namun apa daya hamba ya Rab dikesulitan-kesulitan hamba hanya engkau yang Maha Menyelesaikan, Hanya engkau yang Maha mendengar. Semoga engkau mendengar doa hamba ya Rab doa yang terucap atau yang tidak terucap.
Rabu, 31 Desember 2008
Rabu, 17 Desember 2008
KAPAN NYAMAN DAN NIKMAT ITU?
Sering saya dengar atau bahkan saya lihat slogan-slogan dibeberapa perusahaan penyedia jasa khususnya yang berkaitan dengan tingkat kepuasan pelanggan, misalnya slogan dengan bunyi kami tawarkan servis dengan tingkat kenyamanan yang tinggi, Anda tinggal datang dan temukan kenikmatanya.
Ada yang menarik dari slogan-slogan tersebut. Menariknya adalah karena timbul pertanyaan apakah bila kita nyaman kemudian kita akan bisa mendapatkan kenikmatan? Adakah prasyarat atau suatu kondisi lain yang mempengaruhi hal ini ?
Pernahkan kita refleksikan dalam kehidupan sehari-hari kita contohnya bila kita akan keluar kota dengan jasa penerbangan. Apa saja faktor yg menyebabkan penerbangan kita terasa nyaman sehingga kenikmatan penerbangan dapat kita capai ?
Katakanlah faktor-faktor tersebut antara lain tempat duduk yang empuk sehingga kita merasa nyaman, pilot yang piawai dalam mengendalikan pesawat sehingga meminimalkan hentakan sehingga penerbangan terasa nyaman, Para awak kabin yang ramah dan “enak” dilihat sehingga kita merasa nyaman.
Dari beberapa faktor tersebut sekarang coba refleksikan faktor-faktor tersebut dengan jujur sesuai hati anda. Walaupun tempat duduk nyaman, pilot piawai, awak kabin ramah, apakah anda benar-benar nyaman dan menikmati penerbangan ? apakah anda diliputi rasa was-was ? apakah anda merasa mual ketika pesawat akan landing atau take off ?
Jika itu semua anda alami berarti anda tidak nyaman dong ? berarti anda jauh dari kenikmatan ? lalu apa yang sebenarnya membuat nyaman dan ujungnya kenikmatan?
Dalam buku Quantum Iklas dijelaskan bahwa kenikmatan hanya akan anda capai bila anda nyaman dan kenyamanan hanya akan anda raih jika ada rasa iklas dihati. Keiklasan akan membuat kita ringan, tenang dan nyaman karena kepasrahan pada sesuatu yang tertinggi, inilah puncak kenikmatan dari segala kenikmatan.
Kita akan nyaman dalam penerbangan dan akan menikmati dengan sepenuh hati seluruh perjalanan tanpa mengkhawatirkan hal-hal phisikis yang akan terjadi karena semua sudah kita ‘paketkan’ secara total kepada sang Maha Tinggi.
Anda tidak yakin ? Refleksikan prinsip iklas dalam hati anda sekarang dan rasakan kenyamanan untuk mencapai kenikmatan tertinggi
Ada yang menarik dari slogan-slogan tersebut. Menariknya adalah karena timbul pertanyaan apakah bila kita nyaman kemudian kita akan bisa mendapatkan kenikmatan? Adakah prasyarat atau suatu kondisi lain yang mempengaruhi hal ini ?
Pernahkan kita refleksikan dalam kehidupan sehari-hari kita contohnya bila kita akan keluar kota dengan jasa penerbangan. Apa saja faktor yg menyebabkan penerbangan kita terasa nyaman sehingga kenikmatan penerbangan dapat kita capai ?
Katakanlah faktor-faktor tersebut antara lain tempat duduk yang empuk sehingga kita merasa nyaman, pilot yang piawai dalam mengendalikan pesawat sehingga meminimalkan hentakan sehingga penerbangan terasa nyaman, Para awak kabin yang ramah dan “enak” dilihat sehingga kita merasa nyaman.
Dari beberapa faktor tersebut sekarang coba refleksikan faktor-faktor tersebut dengan jujur sesuai hati anda. Walaupun tempat duduk nyaman, pilot piawai, awak kabin ramah, apakah anda benar-benar nyaman dan menikmati penerbangan ? apakah anda diliputi rasa was-was ? apakah anda merasa mual ketika pesawat akan landing atau take off ?
Jika itu semua anda alami berarti anda tidak nyaman dong ? berarti anda jauh dari kenikmatan ? lalu apa yang sebenarnya membuat nyaman dan ujungnya kenikmatan?
Dalam buku Quantum Iklas dijelaskan bahwa kenikmatan hanya akan anda capai bila anda nyaman dan kenyamanan hanya akan anda raih jika ada rasa iklas dihati. Keiklasan akan membuat kita ringan, tenang dan nyaman karena kepasrahan pada sesuatu yang tertinggi, inilah puncak kenikmatan dari segala kenikmatan.
Kita akan nyaman dalam penerbangan dan akan menikmati dengan sepenuh hati seluruh perjalanan tanpa mengkhawatirkan hal-hal phisikis yang akan terjadi karena semua sudah kita ‘paketkan’ secara total kepada sang Maha Tinggi.
Anda tidak yakin ? Refleksikan prinsip iklas dalam hati anda sekarang dan rasakan kenyamanan untuk mencapai kenikmatan tertinggi
Langganan:
Postingan (Atom)