Jumat, 17 Desember 2010

BALADA GETUK LINDRI

Lembut, putih, mulus dan yang pasti wangi. Disaat menikmati pun serasa mulut ini terkunci. Entah karena sudah dikuasai pikiran atau halusinasi. Tetapi setiap dicoba dihayati semakin sensasinya semakin menjadi-jadi. Mungkin karena campuran yang sudah sempurna sehingga kadang nyaris kekurangannya tak terasa lagi.

Sebuah karya cipta yang bersahaja. Hanya dengan bahan yang sederhana. Bahkan cenderung dipandang sebelah mata tetapi menghasilkan suatu yang luar biasa.Melihat proses terjadinya saja seperti melihat sebuah fenomena. Karena hanya mengunakan tidak lebih dari 10 bahan saja.

Menurut cerita yang membuatnya semua ini memiliki keterkaitan dengan jalan hidupnya. Karena prosesnya nyaris tidak ada yang sia-sia. Dipanaskan, dipukul, diuleni sampai akhirnya di cetak dan disajikan itulah katanya. Meskipun tidak mentereng walaupun sudah diberi nama, dipoles menarik serta dibungkus seindahnya . Namun banyak sekali yang menyukai dan mengidolakanya. Minimal oleh orang desa dan pinggiran seperti saya.

‘Kembali kemasa muda sewaktu sedang susah dirantau’ ucap teman saya saat kami berdua mencoba kembali mencicipinya. Mungkin tidak nyaman dipanaskan, dipukul dan diuleni. Tetapi setelah jadi sungguh enak sekali. Seperti keadaan kami sekarang ini.

Dengan kesederhaaan yang berasal dari ubi, gula, kelapa dan vanili. Makanan ini mengajarkan kepada kami mengenai semangat yang terus terpatri. Bahwa keadaan yang baik dan enak bukan hasil dari ongkang-ongkang kaki. Keadaan yang penuh dengan ruahnya rejeki bukan berarti tidak perlu dicari dan digali. Justru dengan melalui keadaan sebagaimana dialami sang Getuk Lindri. Semua yang kita nikmati seperti terasa jauh lebih berarti.

Mungkin jika sang ubi tidak dipanasi, dipukul hingga halus, lalu diuleni. Ia tidak lebih dari sebuah makanan biasa yang bahkan tidak istimewa. Tidak mungkin pula menjadi oleh-oleh dan dibawa kekota-kota lainnya. Begitupun dengan sahabat saya yang telah berjaya.


17 Desember 2010

Ruang Perenungan

Ardi Bangunjiwo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar