Kegagalan adalah memulai sesuatu dengan lebih cerdas, kata-kata bijak yang saya kutip dari Hendry Ford tersebut terkesan sederhana namun memiliki makna dan implementasi yang sangat dalam.
Dalam kondisi saat ini yang memiliki probabilititas persaingan yang sangat padat bahkan cenderung ketat, sepertinya kata-kata tersebut sangat patut kita renungi atau jika perlu kita maknai sebagai implementasi sikap sehari-hari dalam berkegiatan, karena kegagalan adalah suatu “Universitas Kehidupan” yang memiliki investasi yang mahal, Jadi kalau tidak belajar darinya akan rugi besar.
Dari salah satu tulisan blog kibroto (http://kibroto.blogspot.com), saya tertarik dengan pembahasan beliau mengenai kegagalan. Menurut pandangan beliau paling tidak terdapat dua hal yang mempengaruhi pandangan mengenai kegagalan, yaitu Internal LoC dan External LoC. LoC (Locus of Control) adalah bagaimana seseorang mengartikan sebab musabab dari suatu peristiwa.
Adapun Internal LoC adalah adalah suatu pandangan bahwa seseorang merasa bertanggung jawab penuh terhadap suatu kegagalan yang terjadi contohnya Seorang pelamar misalnya, test kesana kemari hanya untuk berulang-ulang tidak lolos test. Ia bisa saja menyalahkan dirinya karena kekurangannya. Ia mungkin berpikir, ah saya sarjana payah, atau jawabanya selalu tidak diterima.
Sedangkan External LoC adalah suatu pandangan mengenai mereka yang seringkali menyalahkan (atau bersyukur) atas keberuntungan, petaka, nasib, keadaan dirinya, atau kekuatan2 lain diluar kekuasaannya Contoh, seorang alumni test dan nilainya jatuh. Karena pada saat test konsentrasinya buyar karena ibunya masuk UGD.
Terlepas dari kedua pandangan tersebut, Saya perlu merefleksi kembali konsep “ kawulo” atau kehambaan dari manusia sendiri. Dimana suatu kegagalan ataupun keberhasilan adalah suatu hasil dari suatu proses yang kita lalui terlepas dari persiapan yang kita lakukan untuk meminimalkan kegagalan tersebut.
Konsep “ Kawulo” dapat mendorong seseorang untuk berpasrah diri terhadap hasil suatu proses dan menjadi lebih produktif bahkan lebih kreatif dan cerdas dalam menyikapi hasil. Jika hasil yang diperoleh sesuai dengan harapan maka tidak menjadi pongah, sombong atau “gumede” kebalikannya jika hasil yang diperoleh gagal maka tidak terus terpuruk atau “ ngelokro”.
Konsep “ Kawulo” mengajarkan kita untuk dapat bersikap jangan merasa bisa, tetapi bisalah merasa (Ojo Rumongso Biso Ning Biso Rumongso), banyak hal berupa Internal LoC dan External LoC yang mempengaruhi hasil berproses kita.
Akhir dari tulisan ini tetap saya fokuskan pada refleksi“ kegagalan adalah memulai sesuatu dengan lebih cerdas” bukan “ kegagalan adalah akhir dari perjalanan”.
"dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir" (QS. Yusuf : 87)
Senin, 29 September 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar