Posting saya kali ini adalah bentuk dari sebuah hasil pemahaman dan pemikiran hasil dari sebuah kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh perusahaan tempat saya bekerja.
Permulaan pemikiran yang mencoba memecah dan mengkorelasikan suatu pandangan dalam retorika klasikal pengetahuan manajemen dengan keseimbangan dalam alam yang terjadi.
Didalam sesi pelatihan tersebut guru kami mengajarkan suatu kebijakan pemikiran yang mengkondisikan penalaran ilmiah dengan memasukan unsur analogi alam sebagai jembatan perumpamaan perloncatan batas tegas korelasi ilmiah dan alamiah.
Dalam pengajaran tersebut guru kami mengungkapan sebuah hubungan alamiah suatu kehidupan kelompok ikan koi dalam suatu kolam dengan aspek konsep ambisi dan konsep kebersamaan dalam suatu organisasi.
Kehidupan ikan koi yang pada saat itu kami saksikan secara langsung dari kolam sebuah hotel dengan prestise tinggi dengan aliran air deras serta kumpulan pualam membuat kami tertegun. Tenangnya air dan terlihatnya ikan-ikan koi yang indah tersebut sangat membius kami dalam rasa damai dan kagum.
Ketertegunan kami dikagetkan dengan dilemparkannya segenggam pellet yang dimasukan dalam kolam tersebut, karena tiba-tiba ikan-ikan yang indah beberapa saat lalu seperti hilang. Ketenangan dan absraktifitas dari rasa hening yang beberapa saat lalu kami alami terganggu.
Pada saat itulah baru kami sadari bahwa ternyata kumpulan koi yang tenang bisa menjadi kumpulan abraksi yang kacau, rusuh bahkan semrawut hanya dengan segenggam pellet. Pengkacauan sebuah kondisi dari skelompok koi tersebut adalah refleksi betapa makluk dalam tataran kontepelasi ambisi dapat terkacaukan dengan bau, rasa mungkin juga warna terhadap benda yang masuk dalam lingkungannya.
Bagaimana dengan refleksi manusia??
Kamis, 07 Agustus 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar